februari ceria hari ke 19 "Mimpi itu"
Mimpi itu
Malam yang hening, hanya angin dan
suara air mengalir yang terdengar, malam itu aku tidur sangat pulas, karena
kegiatan di hari sabtu begitu padat, dari mulai belajar d sekolah, ikut
ekstrakulikuler paskibra sampai mengaji qasidah al-burdah sampai jam 21.00.
Tepat pukul 02.00 pagi aku
terbangun, merasakan kebahagiaan dan kerinduan, sebuah mimpi yang aku alami,
bukan mimpi yang biasa, mimpi itu begitu terngiang-ngiang
Aku sedang berada di sebuah Gedung di
kerumunan banyak orang, kemudian aku menaiki podium yang begitu megah di
saksikan oleh banyak pasang mata, terlihat di ujung sebelah kanan ada orang memakai
baju putih, dia tersenyum seolah-olah berkata “aku selalu ada disampingmu”, Kata-kata
dan pandangannya begitu meyakinkan dan menenangkan. Aku terbangun
Dalam fikiranku bertanya
“siapakah dia?”
Aku tak berani
untuk menyimpulkan sosok tersebut, yang pasti setelah mimpi itu aku merasakan
sebuah keyakinan seluruh prilaku ku akan selamanya diawasi, hati dan badan ini
begitu kaku untuk berbuat, takut, ya Allah yang selalu mengawasi gerak-gerik kita
sebagai manusia, aku mengalami kerinduan yang luar biasa rindu bertemu dengan
sosok yang senyumnya begitu menenangkan, walaupun hanya sebuah mimpi, tetapi
semakin hari aku tunggu mimpi itu semakin tidak aku mengalaminya kembali.
Hingga akhirnya
aku menulis sebuah syair dalam diary ku
Mimpi itu
Malam yang hening, hanya angin dan
suara air mengalir yang terdengar, malam itu aku tidur sangat pulas, karena
kegiatan di hari sabtu begitu padat, dari mulai belajar d sekolah, ikut
ekstrakulikuler paskibra sampai mengaji qasidah al-burdah sampai jam 21.00.
Tepat pukul 02.00 pagi aku
terbangun, merasakan kebahagiaan dan kerinduan, sebuah mimpi yang aku alami,
bukan mimpi yang biasa, mimpi itu begitu terngiang-ngiang
Aku sedang berada di sebuah Gedung di
kerumunan banyak orang, kemudian aku menaiki podium yang begitu megah di
saksikan oleh banyak pasang mata, terlihat di ujung sebelah kanan ada orang memakai
baju putih, dia tersenyum seolah-olah berkata “aku selalu ada disampingmu”, Kata-kata
dan pandangannya begitu meyakinkan dan menenangkan. Aku terbangun
Dalam fikiranku bertanya
“siapakah dia?”
Aku tak berani
untuk menyimpulkan sosok tersebut, yang pasti setelah mimpi itu aku merasakan
sebuah keyakinan seluruh prilaku ku akan selamanya diawasi, hati dan badan ini
begitu kaku untuk berbuat, takut, ya Allah yang selalu mengawasi gerak-gerik kita
sebagai manusia, aku mengalami kerinduan yang luar biasa rindu bertemu dengan
sosok yang senyumnya begitu menenangkan, walaupun hanya sebuah mimpi, tetapi
semakin hari aku tunggu mimpi itu semakin tidak aku mengalaminya kembali.
Hingga akhirnya
aku menulis sebuay syair dalam diary ku

Komentar
Posting Komentar