februari ceria hari ke 21 Kemah Santri Nasional

 bagian 1

KEMAH SANTRI NASIONAL

 


            Kemah santri nasional (perkemahan untuk santri seluruh Indonesia). Wwah dari nama nya saja sudah menggiurkan,, betapa bangga dan Bahagia mendapatkan pengalaman dari Perkemahan tersebut.

Di ujung liburan kelas XI aku mempunyai kesempatan untuk mengikuti kemah santri Nasional, berawal dari tidak ada yang berminat untuk mengikuti kemah santri tersebut, ya walaupun mungkin aku terpilih karena asshobah (sisa) tetapi itu tidak menjadikan minder dalam diri, aku menganggap ini adalah kesempatan mencari pengalaman yang begitu hebat dan mungkin beberapa orang memimpikannya, kesempatan tidak akan datang dua kali.

Berbagai Latihan, tenaga, ilmu bahkan biaya aku keluarkan hanya untuk mengikuti kemah tersebut, kebetulan dari sekolahku hanya 5 orang yang mengikuti Kemah Santri Nasional.

Aku bukanlah orang yang aktif dalam pramuka waktu itu, tetapi aku adalah salahsatu pengurus di ambalan sekolah. Awalnya aku sedikit ragu untuk mengikuti kegiatan tersebut karena ya masalah biaya, dari mulai seragam pramuka yang baru, assecories kontingen, sampai bekal yang harus aku bawa. Aku curhat kepada orang tuaku

“mah pa, aku di ajak untuk mengikuti kemah santri nasional di Jatinangor, bagaimana? ” kataku lewat telepon

Terdengar suara dari sana “ iya silahkan, pengalaman yang bagus” kata bapak

Aku menghela nafas sambil berkata “ tapi biaya, besok saja harus membuat baju pramuka, karena pasti tidak cukup 1 setel” kataku

“Berapa yang diperlukan ?” kata bapak

Aku berkata dengan nada yang begitu rendah “280 rbu pa”

Sontak bapak bilang “sok, tenang bapak kirim”

Entah darimana orang tua ku mendapatkan uang tersebut, entah itu pinjam atau mengorbankan waktu dan tenaga mereka, tapi yang pasti Bahagia yang aku dapatkan mendapatkan izin dan dukungan dari orang tua tercinta.

Setelah biaya dan begitu banyak tenaga yang kukuras, tiba saatnya untuk berangkat ke lokasi BUMI PERKEMAHAN JATINANGOR, ya itulah nama tempat KEMAH SANTRI NASIONAL saat itu.

Di perjalanan kami berangkat menggunakan bus pemda karena memang kami tidak hanya ber 5, tetapi ada sekitar 40 orang siswa yang diambil dari setiap madrasah se kabupaten, sebelum ke bumi perkemahan kami singgah ke sebuah Gedung berwarna putih,  waaaaaah takjub luar biasa, jujur baru pertama aku melihat Gedung mewah Jawa barat “GEDUNG SATE”.

Komentar