februari ceria hari ke 22
bagian 2
Ternyata ketakjuban
itu bukan hanya dirasakan olehku, teman-temanku pun dibuat kagum dan takjub
oleh Gedung tersebut. Sepanjang perjalanan dari Gedung sate ke bumi perkemahan terdengar
di belakangku yang sedang asyik menceritakan kekagumannya terhadap Gedung itu.
“wiiih megah ya, Jawa Barat punya”. Kata Dewi
“heueuh, hebat ya”
kata lani
Mendengar percakapan
mereka aku tertarik untuk nimbrung Bersama mereka
“ iih aku baru
kali ini lihat Gedung jawa barat, padahal orang Jawa barat” kataku sambil
tertawa kecil
“sama” sontak
mereka berbarenga nmenjawab
Pengalaman yang
begitu mengagumkan bisa melihat Gedung megah Jawa Barat.
Perjalanan Panjang
kami lalui hingga akhirnya kami sampai di tempat perkemahan santri di Jatinangor, kebetulan tenda
kami berdampingan dengan tenda dari papua dan Sulawesi, tentu sebagai tetangga
kita dituntut untuk saling menyapa, minimal menanyakan nama dan darimana,
walaupun tidak banyak waktu kami untuk mengobrol santai , karena waktu kami di
penuhi dengan agenda dan kegiatan kemah santri.
Ketika pembukaan
acara kemah santri aku begitu bangga, untuk pertama kalinya bertatapan langsung
dengan pak Presiden Republik Indonesia Bpk Susilo Bambang Yudhoyono waktu itu, beliau
begitu gagah dengan memakai seragam dinas kepramukaan pembina upacara, beliau
juga yang membuka acara kemah santri Nasional tersebut.
Kegiatan demi
kegiatan kami ikuti dengan sebaik-baiknya, hingga sampai pada satu acara yaitu
karnaval, kebetulan aku di tugaskan untuk piket
di tenda, di sela-sela agak santai aku mencoba berkunjung ke tenda santri
Sulawesi, disana kami berkenalan
“Hai …kenalkan
nama saya Anih dari Ciamis” kataku
“hai nama saya
Emmy dari Sulawesi” katanya
Begitulah kiranya
percakapan singkat kami, begitu canggung dan malu-malu. Kamipun tidak
menyia-nyiakan waktu ini , kami bertukar nomor handphone, dan kami
berkomunikasi hingga kami keluar dari sekolah masing-masing, memanjangkan silaturahim.
Alhamdulillah 5
hari telah kami lewati di acara kemah Santri, banyak pengalaman yang bisa kami
dapatkan, kisah haru, sedih, Bahagia, bahkan rasa sakit dan mistis ada di kemah
tersebut.
Tetapi kami berfikir bahwa inilah hidup yang harus
dijalani, dari kisah tersebut kami menyadari bahwa betapa pentingnya kekuatan
dan kecerdasan demi mendapatkan prestasi yaitu kemenangan, betapa pentingnya keterampilan
dalam bersosial demi mendapatkan teman dan sahabat sebanyak-banyaknya dan tak lupa
pula betapa pentingnya pendekatan hati kepada Allah SWT demi mendapatkan
keyakinan dan keimanan dengan tujuan supaya
selamanya ada dalam lindungan-Nya.

Komentar
Posting Komentar