februari ceria hari ke 24 Goresan Kejujuran

 

Goresan Kejujuran

 

            Allah swt berfirman dalam surat Al-ahzab ayat 70

                                                                                 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."


            Jika kita cermati firman Allah di atas adalah seruan Allah kepada seluruh hamba-Nya untuk berkata benar (jujur). Kejujuran adalah hal yang prioritas bagi seluruh manusia saking prioritasnya bahkan ada mahfudhat “katakan yang     benar sekalipun itu pahit”.

Sebagai umat islam tentu tahu kejujuran merupakan hal yang urgent dan sebuah keharusan, selain banyak manfaat sifat itu juga merupakan salahsatu sifat Rasulullah saw, tetapi jangan dulu bertanya kepada orang lain, tanyalah diri sendiri terlebih dahulu apakah kita sudah melakukan sifat jujur? Apakah semua yang kita katakan benar?

Berbagai pertanyaan tentang kejujuran terlontar dalam hati masing-masing, termasuk aku yang saat itu duduk di bangku SMA. Kala itu ada seorang laki-laki yang menaggumiku, menyatakan rasa suka terhadapku, dalam hati ini berkata “iya aku pun sama”, ingin rasanya aku ungkapkan kata itu tapi apa daya mulut ini tidak mau mengatakannya.

Seperti laki-laki pada umumnya Ketika ada hal yang tidak sesuai dengan apa yang di harapkan tentu sedih dan kecewa yang ada dan  itu akan terlihat di wajahnya dan aku melihat kekecawaan itu d wajahnya, seolah mengatakn hatinya begitu sakit dan hancur.

Ingin rasanya aku menangis meminta maaf karena aku telah menyakitinya, tapi tidak mungkin, karena justru mungkin dengan aku meminta maaf yang lebihh justru akan membuat dia menaruh harapan lebih kepadaku, itu justru lebih menyakitinya.

Kenapa aku nggak terima saja dia sebagai seorang kekasih, iya nggak bisa aku sudah terikat hubungan dengan seorang ustadz yang jujur aku bingung untuk menolaknya, karena dia ustadz. dug..dug..dug suara dalam hatiku berperang seolah sedang mensponsoriku.

Hmhm…aku tidak bisa melontarkan kejujuran ini di depan banyak orang, aku hanya menggoreskan kejujuran ini melalui tinta hitam di diaryku yang selamanya setia menjaga rahasia-rahasiaku.

Aku menggoreskan curahan hatiku dalam diaryku

Ketika seseorang menanyakan sesuatu aku bingung untuk melontarkan jawabanku, susah untuk diungkapkan yang akhirnya aku sendiri merasakan kegundahan dari apa yang aku alami dann lakukan, apa yang harus aku perbuat? Kenapa tidak jujur? Haruskahh aku menjawab bingung? Rumit memang sangat rumit hidup dalam dunia yang penuh fatamorgana.

Hidup memang penuh ujian dan permasalahan, Ketika satu maslah selesai pasti akan timbul masalah yang lain, apakah ini semua sebagai tanda bahwa engkau sayang kepada hamba?

Betapa malunya diri ini, bagaimana pandangan orang terhadapku? Negative kah atau postifkah?  

 

 

 

 


Komentar