februari ceria hari ke 28 sang kiyai berpulang


 Sang Kiyai Berpulang 

bagian 2

Suara isak tangis dari  semua yang menyaksikan pemakaman, tak terkecuali aku, aku menangis bukan hanya sekedar karena ditinggal oleh sang kiyai yang berharismatik itu, ini lebih berkaca ke dalam diri sendiri, aku merenungi hidup ini.

“Apa yang telah aku perbuat di dunia ini?”

“Apakah sudah betul-betul baik?”

“Kepergian pak kiyai membuat semua orang menangis, apakah kepergianku nanti akan di tangisi pula oleh banyak orang?”

“Akankah sejarah hidupku akan tetap dikenang oleh semua orang walaupun aku sudah meninggal? Seperti sejarah hidup pak kiyai”

            Manusia hidup di dunia ini hanyalah persinggahan sementara, kehidupan yang kekal dan abadi ialah kehidupan akhirat yang penuh kebahagiaan ya bagi orang yang melaksanakan berbagai macam kebaikan di dunia ini. Manusia tak henti-hentinya berbuat baik hanya untuk mendapatkan kebahagiaan syurga di akhirat kelak.

Seuntai do’a untuk Guru ku, sang kiyai yang lembut

“Engkau adalah sosok penyemangat, motivator yang luar biasa bagi seluruh santrinya bahkan semua orang, usai  sudah perjuanganmu memberikan ilmu kepada kami, walaupun demikian ilmu yang engkau tanamkan dalam diri kami akan selamanya terpatri dalam diri sanubari. Perjuanganmu telah berhasil mengantarkan kami menjadi muslim moderat, mukmin demokrat dan muhsin diplomat, engkau juga telah berhasil menapaki sejarah dunia dengan tersimpan di hati semua santri sebagai GURU YANG DIRINDUKAN. syurga menanti mu pak, allohummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu”.  

 

  

Komentar