februari ceria hari ke 4

lanjutan 


berawal dari do'a




إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ 

“Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan

Hadits ini menjadi inti dari ajaran islam, yang mana mencakup sepertiga ilmu , sebab perbuatan manusia tergantung hati, lisan dan anggota badannya, dan niat merupakan salahsatu dari ketiganya, yaitu hati.

Aku berdo’a “Ya Allah jika engkau menghendaki aku  untuk pergi merantau menuntut ilmu ke pesantren itu, luruskan niatku, perkenankanlah dan restuilah, permudahlah rezeki orangtuaku untuk membiayaiku, tetapi  jika engkau tidak merestuiku maka hilangkanlah keinginanku untuk menuntut ilmu di pesantren itu, karena yakin takdir engkau adalah takdir yang terbaik untukku”.

Allah memang bersifat penyayang, di akhir shalat tahajudku, Allah memberikan cahaya dihatiku, sebuah keyakinan, aku pun membulatkan tekad “aku akan menuntut ilmu dengan tujuan pengalaman dan mendapatkann ilmu pengetahuan lillahi ta’ala”.

Komentar