Februari ceria ke 12 sosok perempuan yang disiplin
Sosok yang disiplin
Hari-hari yang cerah aku lalui dengan teman-teman, setiap masalah yang datang kepadaku membuatku harus menyelesaikan masalah sendiri agar aku mandiri, ya aku hidup di pesanten agar aku mandiri, minimal bisa menyelesaikan masalah yang aku hadapi.
Di pesantren aku bertemu dengan orang-orang yang berbagai macam karakter teman dan guru, ada yang jutek, murah senyum bahkan ada juga yang sangar.
Kala itu aku di pertemukan dengan sosok guru perempuan yang berparas cantik, hitam manis, tidak banyak senyum di wajahnya, ya bisa di bilang galak bagi siapa saja yang baru bertemu dengannya, tapi anehnya wajahnya yang sangat itu justru menjadi guru terfavorit bagi jurusan IPS.
Jurusan IPS mempunyai image bahwa jurusan itu adalah jurusan sisa ataupun jurusan orang-orang yang badung katanya. Tetapi image tersebut bukan sebutan bagi jurusan IPS d sekolahku, jurusan IPS di sekolahku justru menjadi jurusan terfavorit karena di ketuai oleh ibu guru yang sangat tadi.
"Hah kok bisa?" Dalam hatiku
Jujur ketika awal aku pesantren banyak pertanyaan di setiap episode kegitanku..
Semakin hari semakin aku sering bertemu dengan guru tersebut semakin aku faham ooh kenapa banyak siswa yang menjadikannya guru favorit. Ternyata dia adalah seorang wakasek kesiswaan yang notabennya harus dekat dengan siswa, setiap hari berkecimpung dengan siswa dan kegiatan siswa.
Beliau sosok guru yang begitu disipilin, setiap hari senin setelah upacara pasti beliau mengumumkan siswa - siswi yang melanggar aturan baik itu yang kabur dari pesantren ataupun yang melanggar aturan sekolah, seperti celana ketat, rambut gondrong dll, beliau tidak segan untuk mencukur rambutnya di depan seluruh siswa, gender dia sebagai seorang perempuan tidak menjadi pengahalang baginya untuk terus menegakkan tata tertib sekolah.
Selain kedisiplinan yang beliau terapkan ternyata tersimpan senyuman dan sifat lemah lembut dari beliau.
Pernah suatu hari ... bersambung
Komentar
Posting Komentar