februari ceria ke 25 Reward dan punishmen
Kehidupan adalah Pendidikan yang nyata, banyak
diungkapkan tentang makna Pendidikan dan hal-hal lain terkait dengan Pendidikan
oleh para pakar dan ilmuan Pendidikan, begitupun dengan kehidupan banyak makna
yang akan dilontarkan oleh para pelaku kehidupan.
Setiap orang
pasti akan berbeda dalam memaknai sebuah kehidupan, bisa saja perjuangan hidup
kita rasakan begitu berat dan penuh perjuangan, tetapi tidak menjadi perjuangan
dimata orang lain, karena mungkin kehidupan kita biasa saja bagi dirinya,
tetapi bagi kita begitu luar biasa.
Kehidupan sama
halnya dengan Pendidikan, di dalam Pendidikan di kenal adanya istilah reward
dan punishmen begitupun dengan kehidupan tentu berlaku reward dan punishment
juga.
Istilah reward
diartikan sebagai ganjaran ataupun hadiah bagi siapa saja yang melakukan satu
hal kebaikan dan punishmen diartikan sebagai hukuman dari hal yang diperbuat,
biasanya punishmen berupa perbuatan pedih dan menyakitkan.
Sama halnya
dengan Pendidikan di Bangku perkuliahan, aku tinggal di pondok pesantren adalah
pendidikan kehidupan, dari pesantren aku belajar banyak tentang arti
persahabatan, arti kebersamaan bahkan aku belajar bahwa santri saja ketika
melakukan hal yang melanggar aturan pesantren ada punishmen nya, apalagi melanggar
aturan Allah tentu akan ada punishmennya, iya sebagaimana yang kita tahu neraka
adalah punishmen bagi seluruh manusia dari segala perbuatannya di dunia.
Pernah suatu hari
aku merasakan punishment dari apa yang aku perbuat di pesantren, 1 kali aku tidak
ikut berjamaah shalat ashar karena tertidur pulas di asrama, aku tidak bisa
mengelak karena memang itu yang aku perbuat, mau tidak mau aku harus menerima
punishmen tersebut, aku mendapatkan
hukuman untuk menguras bak dan membersihkan WC santri, walaupun terbilang sudah
biasa membersihkan wc Ketika patrol tetapi pada hari itu malunya bukan main,
karena aku membersihkan WC merupakan sebuah hukuman dan akibat dari perbuatanku
yang tidak ikut berjamaah saat itu.
Aku semakin
berfikir betapa malunya diri ini Ketika di kumpulkan di depan masjid untuk
melaksanakan hukuman di depan semua santri apalagi nanti Ketika di akhirat
kelak melaksanakan hukuman dari apa yang telah diperbuat di dunia.
Semua fikiran
manusia tentu sama, semua manusia berlomba-lomba ingin mendapatkan reward dari Allah
swt dan menghindari punishmen dari Allah swt. Tetapi apakah kita sudah
melakukan syarat untuk mendapatkan reward dari Allah atau malah melakukan hal
yang akan mendapatkan punishmen dari-Nya?.
Iya inilah
kehidupan yang penuh dengan fatamorgana, tidak semulus seperti yang kita
bayangkan, apa yang kita lakukan belum tentu baik di mata orang lain tetapi
untuk mendapatkan sebuah reward dari Allah memerlukan perjuangan yang menguras
tenaga, fikiran bahkan hati, jangan pedulikan kata orang lain yang pasti kita
melaksanakan perintah Allah “watawa soubil haqqi watawa soubissobri”.

Komentar
Posting Komentar