Februari hari ke 16 "ALANDA VOICE"
Alanda voice
Tidak semua orang
mempunyai kenangan yang tersimpan bersama
sahabat-sahabatnya baik itu kenangan manis ataupun pahit. Dari awal aku
pesantren aku sudah menentukan akan kemana jurusan yang aku pilih, dari mulai
masuk pesantren aku mantap masuk ke jurusan keagamaan. Alhmdulilllah aku
bertahan sampai akhir.
Aku satu asrama
bahkan satu kelas 14 orang dan itu akhwat semua, semua kegiatan pesantren kami
lalui Bersama 14 orang.
Suatu hari kami
mengikuti acara perlombaan per asrama salahsatunya marching band memakai alat-alat seadanya (perkusi) dan vocal
Nasyid acapela. Kami bingung apa yang harus kami lakukan, secara kami masih mempunyai
label santri baru, belum tahu bagaimana aturan main perlombaan tersebut.
Tetapi kami tidak
mundur semua Latihan kami lakukan, semangat dan potensi yang kami punya kami
keluarkan, dengan bimbingan dari kaka kelas dan pembimbing asrama akhirnya kami
menemukan aturan penampilan kami, ada yang pukul galon, gayung, ember, botol bahkan
ada yang pukul teko berwarna emas. Sungguh lucu Ketika kami membayangkan
kejadian ini.
Tibalah saatnya
unjuk kebolehan, rasa deg-degan, gemetar dan fikiran yag campur aduk menjadi
satu kala kami akan tampil di depan mata seluruh santri.
Saat kami
memasuki area perlombaan semakin menjadi-jadi rasa deg-degan itu, seluruh mata
tertuju pada kami si santri baru, kami melakukan sesuai dengan apa yang kami lakukan
ketika latihan dan setelah kami
menyelesaikan performance kami ternyata tepukan tangan begitu bergemuruh ramai
kami dengar, kami sangat Bahagia bisa menampilkan yang terbaik.
“kalian menampilkan
performance dengan sangat indah dan begitu luar biasa” kata pembimbing kami
Betapa Bahagia kami
rasakan terlebih setelah kami selesai acara kami di panggil oleh tim majalah
pesantren untuk diwawancara, mereka pun kaget
“saya salut santri
baru bisa menampilkan perkusi seperti ini” katanya
“kami berlatih
sesuai dengan arahan dari para pembimbing dan kami bersemangat mengikuti lomba
ini” jawab kami
Dan begitu banyak
pertanyaan-pertanyaan yang kami jawab sesuai dengan kenyaataannya, dan kami
akhiri
“mudah-mudahan
ini dapat membuat kami semakin betah tinggal di pesantren”
“aamiin” katanya.
Begitupun dengan perlombaan
-perlombaan yang lainnya seperti vocal nasyid acapela, kami dituntut untuk
menyanyikan lagu yang kami belum kenal sama sekali dan kami harus membuat nama
group kami, kebingungan pun kembali melanda, apa yang harus kami lakukan? Lagi-lagi
teteh pembimbing mengarahkan kami, melatih kami sambil kami berfikir nama group
apa yang cocok untuk kami, cetusan-cetusan kami sebutkan hingga akhirnya kami
menemukan kata “ALANDA VOICE”, Ya itulah nama yang kami pakai untuk group
nasyid kami.
Kami menamplikan
nasyid dengan begitu ceria dan bangga, ternyata dari perlombaan inilah nama
kami terkenal, ya si santri baru yang unjuk kebolehan di depan umum.
Akhirnya tibalah
pengumuman kejuaraan, kami mendapatkan juara yang menggembirakan
Juara 2 perkusi dan juara 1 vocal nasyid acapela
Waaah semakin
bangga diri kami si santri baru yang eksis sampai jadi juara. Nama kamipun
semakin terkenal dikala kami menjadi juara, dan banyak akang-akang yang
mendekati kami tetapi ada juga yang nyinyir dengan prestasi kami.
Kami bersyukur
dengan prestasi ini, prestasi yang mungkin semua orang inginkan. Dan kalian
tahu nama “ALANDA VOICE” yang sampai saat ini menjadi semangat kami bahkan
masih eksis sampai kami mempunyai suami dan anak-anak, group yang menjadi ajang
silatrahim bagi kami walaupun kami berada di berbagai kota yang berbeda tetapi tidak
menjadi hambatan untuk selalu bersilaturahim, kami mempunyai harapan dan doa
mudah-mudahan group “ALANDA VOICE” Akan selamanya eksis sampai kami mempunyai
cucu dan cicit. Aamiin

Komentar
Posting Komentar