hari ke 18 motivasi menghafal al-qur'an
bagian 2
Suatu hari
pesantren mengadakan acara MALAM ANUGERAH PESANTREN untuk para santrinya,
banyak kategori yang dipersembahkan diantaranya: santri terjarang pulang, Santri
tercepat menghafal aurod dan santri terajjin menghafal al-qur’an serta masih banyak
kategori yang lainnya.
Banyak para
santri yang mendapatkan nominasi dari kategori tersebut, tetapi pasti hanya
satu orang yang akan mendapatkan penghargaan dari setiap kategori.
Tak terbersit sama
sekalii rasa percaya diri dalam hatiku untuk mendapatkan nominasi dari setiap
kategori apalagi untuk menjadi seorang pemenang yang mendapatkan penghargaan tersebut.
Sampai akhirnya
acara malam anugerah di mulai, banyak katergori yang dibacakan oleh para
pemandu kategori dan banyak juga pemenang penghargaan tersebut, sampai tiba
pembacaan kategori santri terajin menghafal al-qur’an.
Pemandu kategori
membacakan nominasi dengan begitu semangat
“santri terajin
menghafal al-quran, nominasinya adalah”.
Para pemandu tersebut
menyebutkan beberapa santri yang masuk nominasi kategori itu, hingga mereka
berkata
“dan pemenang
kategori santri terajin menghafal al-qur’an jatuh kepada (jreng..jreng ..jreng)
Anih Hidayatul Kamilah”.
Sontak kaget luar
biasa, takk terbersit sama sekali untuk masuk kategori apalagi menjadi seorang
pemenang.
Aku di
persilahkan untuk memasuki podium dan
memberikan sepatah dua patah kata sebagai seorang pemenang.
Hati dan perasaan
ku tak karuan, baru kali pertama aku menginjakkan kaki di panggung yang megah
itu sambil di lihat oleh ratusan pasang mata yang melihatku, Rasanya seperti tertimpa banjir
emas, takut, bingung di sertai rasa Bahagia.
Aku memberanikan diri
untuk berbicara “alhamdulillah, terimasih kepada bapak ibu guru, orang tua,
semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghafal al-qur’an”.
Ya begitulah hati
ini dilanda kebingungan dan kebahagiiaan tak terkira.
Semenjak saai itu
aku lebih menyibukkan diri dengan al-qur’an, Ketika jam kosong tidak ada guru
aku selalu menyendiri di belakang sekolah di bawah pohon rindang hanya untuk menghafal
dan muroja’ah al-qur’an juz 29 dan juz 1.
Ya sampai saat
ini aku meyakini bahwa hati akan tenang ketika membaca al-quran dan betul kata
pak kiyai orang yang sibuk dengan al-qur’an tidak akan Allah tinggalkan dalam
hidupnya, Allah akan senantiasa membimbing dalam segala prilaku dan fikirannya.
Wallahu a’lam bissowaab

Komentar
Posting Komentar