2 Ramadhan - Jadikan Ramadhan Sebagai Ajang Silaturahim dan Sedekah
Jadikan Ramadhan Sebagai Ajang Silaturahim dan Sedekah
Terharu, sedih, gembira ya itulah yang dirasakaan Ketika
Ramadhan telah menghampiri, sepertinya tidak akan pernah habis jika harus
mengungkit tentang bulan suci Ramadhan, iya bulan yang penuh dengan keberkahan,
seluruh program-program kebaikan diadakan pada bulan ini, salahsatunya mengadakan kuliah subuh, seperti
yang diadakan oleh salahsatu majlis ta’lim di Desa Margajaya.
Pengajian
yang diadakan setelah subuh ini mengundang banyak para mustami’, dari yang
dekat sampai yang jauh pun berdatangan hanya untuk mendengarkan ceramah dengan
tujuan mencari ilmu dan mendapatkan ridha Allah swt di bulan Ramadhan, apalagi
pengajian tersebut mendatangkan para ustadz-ustadz dari dusun-dusun di desa tersebut
dan seperti biasa di akhir bulan Ramadhan mendatangkan mubaligh terkenal di
daerah Ciamis dan sekitarnya.
Jika
melihat kepada kondisi tubuh saat itu tentu tidak akan pernah mau untuk
menghadiri kuliah subuh tersebut, iya memang betul setelah subuh sangat enak
untuk kembali ke Kasur, apalagi kondisi perut sudah terisi makanan, kenyang karena
sahur, mungkin bagi orang yang bermalas-malasan tentu pasti akan menghadiri ajakan
sibantal dan kasur yang terus melambai-lambai seolah-olah mengajak untuk
bercengkrama dengannya, wiiih betul begitu nikmat rasanya.
Tetapi
ajakan tersebut akan di tonjok habis oleh orang-orang yang mempunyai fikiran
yang cerdas, jernih serta mempunyai kedekatan hati yang lebih dengan Allah swt, apalagi jika dia
tahu betapa menyakitkannya akibat dari menghadiri ajakan si kasur dan bantal,
bukan hanya akan dirasakan oleh tubuh tetapi oleh fikiran dan akal yang akan
merasakan akibatnya. Rasulullah saw
bersabda:
إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن
طَلَبِ أرزاقكم
"Ketika kalian sudah selesai melakukan
shalat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilangnya
rezekimu,".
Selain hadits di atas ada pula yang menyebutkan
bahwa akibat dari tidur setelah subuh ialah bisa menjadikan dia orang yang junun
atau gila.
Kuliah
subuh tidak menuntut banyak dari kita, cukup mendengarkan apa yang disampaikan
oleh ustadz di depan dan kalaupun ada berupa infak, kita memberikan sesuai
dengan kemampuan masing-masing.
Kita
patut berbangga dapat mengikuti kuliah subuh tersebut, karena di kuliah
subuhlah kita dapat bersilaturahim dengan seluruh warga desa Margajaya, tidak menutup
kemungkinan jika tidak bertemu di kuliah subuh mungkin kita tidak akan bersilaturahim
dengan mereka, jadikan kuliah subuh ini sebagai ajang silaturahim yang mana
pahala silaturahim itu tiada batasnya, bahkan alkisah pernah ada cerita seorang
sahabat yang di panjangkan usianya karena dia bersilaturahim dengan seluruh
kerabatnya.
Selain itu kuliah subuh mengajak kita untuk
menjadi orang yang dermawan, mengeluarkan harta yang kita miliki, tidak banyak
yang diberikan tetapi bisa bermanfaat untuk umat, kuliah subuh ini menjadi
ajang sedekah, tidak perlu banyak-banyak yang penting ikhlas. Tidak menutup
kemungkinan jika tidak mengikuti kuliah subuh kitapun tidak akan mengeluarkan
sedekah sedikitpun, teringat beberapa ungkapan:
“Dengan memberi dan bukan menerima, kita bisa
menjadi kaya” (Herry Ward Beecher)
“ kalau anda berbuat baik terhadap orang lain,
sejatinya anda telah berbuat paling baik terhadap diri sendiri” (Benjamin Franklin)

Komentar
Posting Komentar