3 Ramadhan - Mampukah Kita Menjadi Orang yang Shaleh?

 Mampukah Kita Menjadi Orang yang Shaleh?


 

Hari ke 3 Ramadhan di jalani dengan penuh semangat, iya masih semangat dan belum mengeluh, secara baru hari ke 3 yang dilalui, berbagai macam kegiatan pun diikuti termasuk kuliah subuh di Desa Margajaya, desa tempat aku dilahirkan.

Hari itu kebetulan pencermahnya bukan dari Margajaya tetapi dari  desa  lain yakni Desa Sukamaju, Ustadz Mu’minudin Namanya. Pagi itu beliau memberikan ceramah begitu luwes, kongkret dan dapat dimengerti, “kunci menjadi orang yang sukses”.

“kunci orang yang sukses sebenarnya tidak banyak, hanya 1 yaitu shaleh” jelas beliau.

Seperti para penceramah lainnya, di sela-sela ceramahnya selalu diselipkan bahan yang membuat para mustami’ menghubungkan kata dan tertawa.

Pada intinya beliau menjelaskan bagaimana cara nya aar bisa menjadi orang yang shaleh yang nantinya bisa menjadi orang yang sukses. Ada 6 macam syarat yang  beliau kemukakan.

1.  Orang yang tertib hubungannya dengan Allah dan Makhluknya

Maksudnya kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan Allah dan semua makhluk yang ada di bumi, salahsatu caranya dengan bersilaturahim, bersedekah dll.

2.  Mempunyai teman yang mengajak mendekatkan diri  kepada Allah

Teman memang sangat berpengaruh terhadap kebiasaan kita baik dalam segi berbicara ataupun beribadah, sebuah lagu Nasidaria mengatakan

Janganlah bercermin jangan bercermin di air keruh

Karena tak mungkin engkau dapat melihat wajahmu

Janganlah berteman dengan orang yang buruk tingkahnya

Nanti kau terjerat oleh tali syetan yang keparat

Iya betapa pentingnya mempunyai teman yang baik, ungkapan mengatakan “ jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, tentu kita akan ketularan wanginya”

3.  Harus tahu kepada musuh

Harus mengetahui musuh dalam hidup ini yaitu syetan, karena kita kita tahu bahwa syetan benar-benar musuh kita pasti kita tidak akan menyerah untuk terus memeranginya dan Allah janjikan jika kita ingin memerangi syetan, syetan pasti kalah.

4.  Harus bisa mentafakuri kekuasaan Allah Swt

Alam dunia begitu luas, rajin-rajinlah kita membacakan tasbih, tahmid sebagai salahsatu tanda mentafakuri ciptaaan Allah, bukan hanya dengan lisan tetapi hati[un dilibatkan.

5.  Harus bersih hubungan dengan makhluk

Hindari perbuatan buruk dengan makhluk, makhluk disini ialah hewan, jangan sampai kasar terhadap hewan.

6.  Apa yang akan kita bawa ke akhirat

Setelah kita membereskan hubungan dengan dunia, tentu kita akan memikirkan apa yang akan  kita bawa ke akhirat, tentunya kita akan senantiasa terus berbuat baik di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Seluruh perbuatan kita di dunia harus balance antara dunia akhirat, harta perlu ibadahpun sangat perlu.

Selain itu beliau juga mntuturkan bahwa “ketika kita melaksanakan puasa tetapi masih juga melaksanakan ghibah  itu berarti puasanya belum dikatakan sukses.  

Mampukah Kita Menjadi Orang yang Shaleh?

 

Hari ke 3 Ramadhan di jalani dengan penuh semangat, iya masih semangat dan belum mengeluh, secara baru hari ke 3 yang dilalui, berbagai macam kegiatan pun diikuti termasuk kuliah subuh di Desa Margajaya, desa tempat aku dilahirkan.

Hari itu kebetulan pencermahnya bukan dari Margajaya tetapi dari  desa  lain yakni Desa Sukamaju, Ustadz Mu’minudin Namanya. Pagi itu beliau memberikan ceramah begitu luwes, kongkret dan dapat dimengerti, “kunci menjadi orang yang sukses”.

“kunci orang yang sukses sebenarnya tidak banyak, hanya 1 yaitu shaleh” jelas beliau.

Seperti para penceramah lainnya, di sela-sela ceramahnya selalu diselipkan bahan yang membuat para mustami’ menghubungkan kata dan tertawa.

Pada intinya beliau menjelaskan bagaimana cara nya aar bisa menjadi orang yang shaleh yang nantinya bisa menjadi orang yang sukses. Ada 6 macam syarat yang  beliau kemukakan.

1.  Orang yang tertib hubungannya dengan Allah dan Makhluknya

Maksudnya kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan Allah dan semua makhluk yang ada di bumi, salahsatu caranya dengan bersilaturahim, bersedekah dll.

2.  Mempunyai teman yang mengajak mendekatkan diri  kepada Allah

Teman memang sangat berpengaruh terhadap kebiasaan kita baik dalam segi berbicara ataupun beribadah, sebuah lagu Nasidaria mengatakan

Janganlah bercermin jangan bercermin di air keruh

Karena tak mungkin engkau dapat melihat wajahmu

Janganlah berteman dengan orang yang buruk tingkahnya

Nanti kau terjerat oleh tali syetan yang keparat

Iya betapa pentingnya mempunyai teman yang baik, ungkapan mengatakan “ jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, tentu kita akan ketularan wanginya”

3.  Harus tahu kepada musuh

Harus mengetahui musuh dalam hidup ini yaitu syetan, karena kita kita tahu bahwa syetan benar-benar musuh kita pasti kita tidak akan menyerah untuk terus memeranginya dan Allah janjikan jika kita ingin memerangi syetan, syetan pasti kalah.

4.  Harus bisa mentafakuri kekuasaan Allah Swt

Alam dunia begitu luas, rajin-rajinlah kita membacakan tasbih, tahmid sebagai salahsatu tanda mentafakuri ciptaaan Allah, bukan hanya dengan lisan tetapi hati[un dilibatkan.

5.  Harus bersih hubungan dengan makhluk

Hindari perbuatan buruk dengan makhluk, makhluk disini ialah hewan, jangan sampai kasar terhadap hewan.

6.  Apa yang akan kita bawa ke akhirat

Setelah kita membereskan hubungan dengan dunia, tentu kita akan memikirkan apa yang akan  kita bawa ke akhirat, tentunya kita akan senantiasa terus berbuat baik di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Seluruh perbuatan kita di dunia harus balance antara dunia akhirat, harta perlu ibadahpun sangat perlu.

Selain itu beliau juga mntuturkan bahwa “ketika kita melaksanakan puasa tetapi masih juga melaksanakan ghibah  itu berarti puasanya belum dikatakan sukses. 

Komentar