6 Ramadhan - Perjuangan Puasa di tengah Cuaca panas Membara
Perjuangan
puasa di tengah cuaca panas membara
Awal Ramdhan
1444 H jatuh pada hari Kamis 23 Maret 2022, hal ini menjadi saksi manusia,
apakah manusia akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya puasa tersebut yang
hanya mengharapkan ridha Allah swt ataukah justru Islam KTP yang hanya
mengandalkan puasa di depan orang lain tetapi tidak di hadapan Allah swt.
Alhmadulillah tahun ini pemerintah republic Indonesia dalam sidang
isbatnya 1 Ramadhan 1444 H sama yakni
Kamis 23 Maret 2023, Ramadhan disambut suka cita oleh seluruh umat muslim di
dunia. Walaupun masih ada segelintir orang yang merasa terbebani dengan
dilaksankannya puasa karena cuaca yang begitu panas membara. Belum juga
dilaksanakan sudah mengeluh “mopo memeh nanggung” kata Bahasa sunda.
Iya puasa kali memerlukan perjuangan yang begitu dahsyat, kita dituntut
untuk menahah lapar, haus, menahan dahaga di tengah terik matahari, terlebih
bagi mereka yang mempunyai pekerjaan sehari-harinya di luar ruangan yang
bercengkrama langsung dengan matahari. Allah begitu adil, maha dahsyat dari
sinilah Allah bahkan manusia bisa menilai mana muslim yang betul-betul taat
kepada Allah dan yang tidak.
Bagi mereka yang kurang kokoh benteng imannya akan menjadi orang yang
munafik dengan memperlihatkan seperti orang yang berpuasa di depan banyak
orang, loyo, letih, cape dll, tetapi bisa saja Ketika mereka jauh dari orang
justru mereka makan seenaknya iya walaupun hanya sebatas minum air putih, hal
ini menandakan bahwa Allah tidak ada dalam dirinya, rasa cinta Allah ternyata
bertepuk sebelah tangan kepada dirinya.
Berbeda dengan orang yang justru mempunyai keimanan yang kokoh kepada
Allah swt, bagaimana pun kondisi dirinya sedang sakit ataupun sedang menyendiri
karena hatinya kokoh kepada Allah dan menyadari bahwa puasa adalah suatu
keharusan pasti dia akan melaksanakan nya dengan sebaik-baiknya, karena dia
yakin ini adalah salahsatu kebaikan dan keharusan yang mana kebaikan tersebut
akan berbalik kepada dirinya bukan oranglain.
Hidup memang sebuah perjuangan, kita yang memperjuangkan hidup kita
secara otomatis kita pulalah yang akan menrasakan hasil dari perjuangan ini.
Bagaimapun keadaannya, cuacanya, selagi kita mampu yuuk kita berpuasa
semaksimal mungkin dengan amalan-amalan baik sebagai pelengkap di bulan suci
ini, teringat sebuah kata-kata bijak
”usaha dan do’a adalah modal utama mencapai
kesuksesan, kita akan menjadi pemenang jika kita serius memperjuangkannya”.

Mari sama-sama belajar menguatkan iman
BalasHapusBe a winner....mantap Bun..
BalasHapusalhamdulillah bermanfaat
BalasHapus